Studium Generale FUAD: Rekonstruksi Studi Living Qur’an Dan Hadis Dalam Membangun Keberagamaan Islam yang Inklusif Di Indonesia

Jum’at (20/09). FUAD (Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah) IAIN Ponorogo mengadakan Studium Generale di Grha Watoe Dhakon dengan mengundang Ahmad Rafiq S. Ag., MA, Ph. D (Sekretaris Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir se-Indonesia dan Dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga) sebagai narasumber. Studium General  kali ini bertema ” Rekonstruksi Studi Living Qur’an Dan Hadis Dalam Membangun Keberagamaan Islam yang Inklusif Di Indonesia

Dr. Muh. Tasrif selaku Wakil Dekan Bidang  memberikan sambutan sekaligus membuka acara Studium Generale. Dalam sambutannya beliau mengharapkan mahasiswa untuk bersikap toleran terhadap keberagaman Islam yang ada di Indonesia. Bukan sebaliknya, bersikap eksklusif-intoleran yang muncul dalam bentuk komentar-komentar negatif, seperti “kafir”, “bid’ah”, “syirik” kepada kelompok lain yang melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, Whatsapp, atau pun twitter.

Ahmad Rafiq S. Ag., MA, Ph. D menjelaskan Living Qur’an sebagai kajian hidup yang lebih menekankan pada aspek respon masyarakat terhadap kehadiran Al-Qur’an. Gambaran secara umum terkait respon kaum muslimin terhadap Al-Qur’an telah tergambar sejak zaman Rasulullah dan para sahabatnya. Tradisi yang muncul adalah Al-Qur’an dijadikan sebagai objek hafalan, listening, dan kajian tafsir di samping sebagai objek pembelajaran ke berbagai daerah dalam bentuk majlis Al-Quran. Dalam penelitian model living Qur’an yang dicari bukan kebenaran agama lewat Al-Qur’an atau menghakimi kelompok keagamaan tertentu dalam Islam, tetapi lebih mengedepankan penelitian tentang tradisi yang menggejala atau fenomena di sekitar masyarakat dengan persepsi kualitatif.

Pada keempatan ini juga dilakukan penandatanganan MOU kerjasama antara Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah dengan LSQH Yogyakarta. Dalam hal ini, adanya kerjasama antara jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dengan LSQH Yogyakarta untuk tempat Praktikum mahasiswa IAT.