Rihlah Ilmiah Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (RIHLAT)

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu al-Qur’an & Tafsir IAIN Ponorogo menggarakan agenda Rihlah Ilmiah Ilmu al-Qur’an & Tafsir (RIHLAT) dengan mengambil tema “Meneguhkan Cendekiawan Berkarakter Living Qur’an”, yang dilaksanakan pada tanggal 13-15 September 2019. Agenda ini dilaksanakan di Balai Desa Purwosari Kecamatan Babadan Ponorogo

Agenda RIHLAT ini dilaksakan untuk mahasiswa baru Ilmu al-Qur’an & Tafsir angkatan 2019. Dimana agenda ini menjadi sebuah gerbang utama bagi mahasiswa baru dalam memasuki jenjang perkuliahan dalam jurusan ilmu al-Qur’an & Tafsir. Sebelum mereka masuk dalam ranah perkuliahan, alangkah baiknya mereka mengenal dulu apa sih itu IAT, bagaimana sepak terjang dalam jurusan tersebut? Dalam waktu tiga hari ini, para mahasiswaa baru dibimbing dengan materi-materi yang berkenaan dengan jurusan kita, dari mulai perkenelan jurusan, materi-materi yang ada didalamnya serta motivasi-mativasi yang diberikan agar memperkuat niat yang dimiliki mahasiswa baru dalam belajar di jurusan Ilmu al-Qur’an & Tafsir. selain memperkenalkan jurusan, tujuan dari pelaksanaan RIHLAT ini adalah menyatukan pola pikir mereka dalam menempuh jenjang perkuliahan khususnya di jurusan Ilmu al-Qur’an & Tafsir. Dilihat dari profil sekolah maupun pondok pesantren mereka dahulu pasti menyebabkan pemikiran ataupun tujuan mereka masuk dalam Jurusan Ilmu al-Qur’an & Tafsir ini sangat bervariiasi, yang mungkin dapat mengakibatkan sangat kurangnya relasi yang dapat dibangun antar mahasiswa.

 Para mahasiswa baru juga diberi bekal, bahwa ilmu pengetahuan merupakan sebuah esensi peradaban serta untuk menggali esensi tersebut dibutuhkan sarana yang mampu menaungi atau memberikan wadah yang sesuai. Hal tersebut dapat dicapai apabila relasi yang dimunculkan antar mahasiswa terjalin dengan baik serta dapat bekerja sama dalam mewujudkan cita-cita bersama walaupun masing-masing mahasiswa mempunyai caranya masing-maising. Ilmu yang mereka terima merupakan sebuah tonggak peradaban dunia, yang dapat memunculkan eksistensi dari ilmu tersebut terhadap orang yang mengamalkannya. Seperti munculnya nama baik, kewibawaan, keanggunan, kebijaksanaan, serta kebaikan bdi pekerti.

Mengapa kita mengambilkan tema living Qur’an? Bisa dipahami, secara tidak lansung jurusan Ilmu al-Qur’an & Tafsir pasti bersinggungan dengan al-Qur’’an. Sebagai mahasiswa, peran mereka sangat besar dalam menghidupkan al-Qur’an dalam masyarakat sekitar. Yang dimana apa yang tertulis dalam al-Qur’an selaras dengan peristiwa yang terjadi dimasa sekarang serta menjadi solusi dari berbagai macam problematika yang mungkin belum ada solusinya. Sebagai seoranng calon mufassir, harus pandai dalam menyeleraskan antara al-Qur’an dengan kondisi sosial masyarakat sekarang, agar terjadi korelasi yang saling menguntungkan anatar keuda belah pihak tersebut. Dalam kurun waktu 3 hari ini para mahasiswa baru dibekali ilmu serta motivasi untuk melangkah lebih jauh dalam ranah perkuliahan di jurusan Ilmu al-Qur’an & Tafsir. Agar tidak merasa kebingungan, gelisah ataupun takut dalam melangkah, serta menemukan tujuan cara dalam meraih tujuan ataupun cita-cita yang meraka rencanakan sejak awal. (Admin)